Dengan 96 % territorial yang berupa laut, Propinsi Kepulauan Riau harus menjadi model terbaik didalam pengelolaan wilayah pesisir dan lautnya.

Portal web ini fokus akan keberadaan sampah platik di lautan Kepulauan Riau dalam beragai ukuran (makro, meso dan mikro atau bahkan nano) pada berbagai ekosistem dan biota yang hidup didalamnya.

Kenapa informasi tentang sampah plastik di laut menjadi penting untuk disebarluaskan melalui portal interaktif www.marinedebris-kepri.id?. Sampah dilaut (marine plastics litter) menjadi masalah dilaut sejak beberapa dekade namum Indonesia baru mulai terhenyakan pada tahun 2015 dimana publikasi Jenna Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat menyimpukan dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal intrenasional sangat bereputasi (Science) melalui model yang mereka kembangkan bahwa Indonesia tercatat di urutan kedua sebagai pemasok sampah plastik ke laut, yakni sebesar 187,2 juta ton. Berada di peringkat kedua setelah Tiongkok. Shame on us!

Keberadaan plastik-plastik buangan dari daratan ataupun dari aktivitas perkapalan dilaut akan bertransformasi baik secara ukuran ataupun komposisi penyusun karena proses reaksi foto oksidasi dari penyinaran matahari serta faktor oseanografi lainnya berupa arus, gelombang dan pasang yang membuat plastik tersebut terpecah-pecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil (debris) disamping plastik yang terombang-ambing di lautan dapat melepas senyawa kimia aditif yang beracun seperti Bisphenol A dan phthalate.

Pada gilirannya, senyawa kimia yang terlepas dari plastik akan ditangkap oleh organisme laut kecil seperti zooplankton yang kemudian dalam rantai makanan akan termakan oleh ikan dan dapat memberikan efek dapat mempengaruhi perkembangan dan reproduksi ikan akibat gangguan hormon endokrin.

Ancaman nyata sampah plastik yang terurai dan menyatu dengan bahan-bahan pencemar lainnya di lautan dapat bersifat karsinogenik atau pencetus kanker, yang dapat dimakan biota laut, melalui sistem rantai makanan. Riset Sampah Plastik di Laut di Indonesia masih sangat terbatas. Universitas Maritim Raja Ali Haji adalah salah satu dari sedikit Perguruan Tinggi dan Lembaga Riset yang concern dengan riset plastik di laut dan siap menajdi garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran public dalam memitigasi bahaya sampah plastik di laut bagi kehidupan sumberdaya hayati di lautan yang melingkupi propinsi Kepulauan Riau yang Unggul di Bidang Maritim.
Pantang Plastik di Laut Kepri !

CEO Marinedebris Kepri

Dr. Agung Dhamar Syakti

Selayang Pandang